Setelah 5 tahun perjalanan, Bambootown akhirnya merilis EP perdana bertajuk “Bambootown/self-titled”. Band indie pop asal Ciawi, Tasikmalaya ini menyuguhkan 5 track yang padat makna dan emosional. Proses panjang sepanjang 2024–2025 akhirnya terbayar dengan rilisan yang terasa jujur, penuh warna, dan personal.
Mini album ini direkam di Pandemi Studio dengan juru rekam Muhamad “Caos” Nadimas dan dimixing-mastering oleh Irsyad Ali dari Teargas Lab, Bandung. Sampul kaset yang berwarna kuning hangat merupakan hasil jepretan Gun Picturelab, dengan desain dari Ginanjar.
Kelima track di album ini membawa nuansa berbeda:
- “Langkah”, lagu pembuka yang enerjik, bicara soal pencarian arah hidup.
- “Intervensi”, indiepop bernuansa 90-an yang reflektif soal era digital.
- “She”, tribute emosional antara anak dan ibu dengan sentuhan powerpop.
- “Wooden House”, anthem tentang hidup sederhana yang sebelumnya dirilis sebagai single kedua.
- “West Bank 1987”, single ketiga dengan warna post-punk revival, menggambarkan keseharian rakyat Palestina.

Bambootown berisi formasi solid: Ginanjar (vokal utama, gitar akustik), Ales (bass), Iksal (gitar melodi), Nanda (gitar dan synth), serta Iyus (drum). Lirik ditulis oleh Ginanjar, yang juga bertindak sebagai salah satu produser.
Mini album ini akan segera dirilis juga dalam format kaset pita oleh Lost Wave Record, label independen asal Jakarta. Cocok untuk penggemar The Stone Roses, Rumah Sakit, hingga The Cardigans.
Dengarkan “Bambootown/self-titled” di Spotify, Apple Music, YouTube Music, Soundcloud, dan lainnya. Atau kunjungi:
🌐 bambootown.bandcamp.com/music
Yuk kenalan lebih dekat sama mereka di media sosial:
📷 Instagram: @bambootown.band
🐦 Youtube: Bambootown
📧 Email: bambootownband@gmail.com


